Minggu, 28 April 2013

homogen

dan bila masih tampak satu warna kontras
di antara rimbunan tanaman langka
maka kau pun dianggap hampir tiada

dan bila kau masih mematung dengan sedikit lemah
bahkan sedikit terengah-engah
maka berhentilah
tentukan arah

sementara kau yang terkatung
bahkan lantung oleh tempurung
cepat ganti ikat kepalamu

ikut aku berjibaku
tenanglah, kau takkan lumpuh

meleburlah
biarkan kita menyatu
namun, jangan terburu-buru,
bukankah kau sedang tidak berburu?

aku tak butuh ragu-ragu


Jumat, 26 April 2013

Rahasia Ilahi #2

bumiku berkabung
masih diselimuti mendung

mereka yang pergi lebih dahulu
cukup berikan isyarat bahwa kita pun hanya menunggu giliran
menghadapNya dengan segala bentuk
entah kapan

mereka sudah tunaikan janji akhirnya
mereka sudah lengkapkan hidup dengan melingkar
dari tiada menuju tiada

mereka sudah tunaikan baktinya
ini hanya akhir buku yang mereka tulis
bukan akhir lembaran yang kita baca

mereka hanya pergi terlebih dahulu
kita yang menyusul
mereka yang menunggu
kita pasti berkumpul

...

Rahasia Ilahi

"...kehadiranmu, usir segala kehampaan hatiku..."

bila hari diawali dari dini hingga kembali gelap dan berganti,
maka kau hadir dalam kesatuan waktu yang tak terbagi.

bila aksara dimulai oleh vokal dan berakhir dengan konsonan,
maka kau datang dengan rangkaian aksara berharga

bila angka bermula dari nol menuju tak hingga,
maka usia kisah kita pun mengikuti garisNya

maka hadirlah, hadirlah..
dengan ketenangan jiwa dalam mengasihi
dengan kemantapan hati dalam mencintai
dengan iringan lemah lembutnya hati yang bertabur suci
dengan kesatuan waktu yang tak terbagi

maka mendekatlah, mendekatlah..
karena kau lebih dari kumpulan aksara indah yang tertuang
karena kau lebih dari angka-angka yang kuperjudikan di hari keberuntungan
karena kau lebih dari wangi bunga yang mekar karena semilir semi

terfikirkah?
kita sedang dalam labirin,
mungkin masih berputar dalam jalan yang salah,
yang nantinya dipertemukan pada satu titik,
dan bersama-sama temukan jalan satu.
oh indahnya..




Sabtu, 06 April 2013

hujan syahdu

Hujan turun lagi.
Aku suka. sangat suka.
Payung hitam tak perlu temani aku, biar aku bersatu dalam hujan.

Bukan tentang apa-apa.
Karena semua bukan tentang apa-apa.
Aku becerita hanya tentang aku.

Aku berdialog dengan hujan.
Dan uniknya hujan meredamku.
Hujan meredamku.

Aku bersikukuh duduk bersama hujan
Dan hujan terus payungi aku.
Payungi aku

Aku masih menemani hujan.
Dan hujan itu setia kawan.
Setia, kawan.