Kamis, 26 Desember 2013

Rayuan pulau kelapa

Aku sudah berlayar dari terbit malam.
Sengaja, agar aku bisa bercanda dengan angin laut karena semalam suntuk ia pasti tak tidur.
Sepertinya angin laut sudah kebal dari mabuk, terbukti, ia enggan berselimut walau kabut.

Pagi mulai datang, dan angin laut mulai ngantuk. Ku berikan kacamata, agar ia tidak silau. Perjumpaan kami selesai, kami berpisah semenjak surya mengambil jatah.

Siang hari, bercahaya cerah, dan lautku berwarna indah.
Dan pulau tujuan sudah mulai tampak, saatnya tambatkan jangkar, menepi.

Rabu, 25 Desember 2013

SPASI

Karena sepertinya malam berirama, maka yang engkau dengar adalah tentang kesunyian. Disana akan engkau temukan teduh, tanpa perlu kau mencari atap untuk berpayung.

Lagi-lagi aku diingatkan tentang rindu yang ku redam panjang. Mungkin akan meledak seperti mercon bertemu sentuhan api. Apa rinduku juga akan meledak ya?

Masih tentang layar dengan spasi berjumlah besar.