Aku sudah berlayar dari terbit malam.
Sengaja, agar aku bisa bercanda dengan angin laut karena semalam suntuk ia pasti tak tidur.
Sepertinya angin laut sudah kebal dari mabuk, terbukti, ia enggan berselimut walau kabut.
Pagi mulai datang, dan angin laut mulai ngantuk. Ku berikan kacamata, agar ia tidak silau. Perjumpaan kami selesai, kami berpisah semenjak surya mengambil jatah.
Siang hari, bercahaya cerah, dan lautku berwarna indah.
Dan pulau tujuan sudah mulai tampak, saatnya tambatkan jangkar, menepi.