Untuk apa?
Kau melamun pada dinding
Kau tampak membatasi
Membelakangi duniamu
Lalu kau menari
Tanpa gemulai
Kau pun belum melelap
Apa sebab gelap?
Kau terluka tanpa darah
Lalu
Mengapa tak marah?
Ahh, tak usahlah
Pasti menghalangimu merekah
Wahai mawar merah
Tak perlu kau merintih
Yang akan kau temu hanyalah letih
Lalu
Untuk apa lagi?
Kau meringis seperti tertusuk keris?