Minggu, 15 Juni 2014

Cabik

Untuk apa?
Kau melamun pada dinding

Kau tampak membatasi
Membelakangi duniamu

Lalu kau menari
Tanpa gemulai

Kau pun belum melelap
Apa sebab gelap?

Kau terluka tanpa darah
Lalu
Mengapa tak marah?

Ahh, tak usahlah
Pasti menghalangimu merekah

Wahai mawar merah

Tak perlu kau merintih
Yang akan kau temu hanyalah letih

Lalu
Untuk apa lagi?
Kau meringis seperti tertusuk keris?