Kamis, 24 Juli 2014

Matahari

Aku ingin
Menuju timur
Bersamamu
Merengkuh pagi

Aku ingin
Menuju barat
Bersamamu
Mendekati senja

Lebih dekat

Aku ingin
Mengajakmu
Mengejar matahari
Di kala pagi
Menggenggam
Atau
Meletakkannya di atas kepala

Aku ingin
Menarikmu
Berlari
Mengejar matahari
Di jingga-jingga bertuan
Agar
Senyummu tak hanya shepia

Aku ingin
Kita
Bersama
Meraih matahari
Dalam padang ilalang

Minggu, 15 Juni 2014

Cabik

Untuk apa?
Kau melamun pada dinding

Kau tampak membatasi
Membelakangi duniamu

Lalu kau menari
Tanpa gemulai

Kau pun belum melelap
Apa sebab gelap?

Kau terluka tanpa darah
Lalu
Mengapa tak marah?

Ahh, tak usahlah
Pasti menghalangimu merekah

Wahai mawar merah

Tak perlu kau merintih
Yang akan kau temu hanyalah letih

Lalu
Untuk apa lagi?
Kau meringis seperti tertusuk keris?

Sabtu, 22 Maret 2014

Wajah Musi

Salah satu sungai besar di Indonesia terletak di Sumatera Selatan yang bernama Sungai Musi. Sungai ini membelah kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu seberang ulu dan seberang ilir. Dua bagian kota Palembang ini dihubungkan oleh Jembatan Ampera.

Sungai Musi yang melintas di tengah kota Palembang menjadi salah satu transportasi utama untuk menjangkau wilayah pelosok di Sumsel yang tidak ada jalur daratnya. Selain itu, air sungai Musi ini dikelola menjadi air bersih oleh PDAM Tirta Musi. Upaya meminimalisir limbah yang ada di sungai tengah direncanakan oleh BLH Provinsi dengan menggandeng Pemkot Palembang dan Australia. Rencananya akan diaakan pembangunan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) di pinggiran sungai.

Mengingat masih banyak masyarakat yang mengandalkan air hujan sebagai sumber air bersihnya, terutama mereka yang berada di pinggiran sungai. Sedangkan untuk MCK, mereka menggunakan air sungai. Ke depannya diharapkan adanya solusi tentang pengelolaan air berkelanjutan agar penyebaran air bersih dapat merata hingga ke pelosok.

Selamat Hari Air Sedunia.

Selasa, 25 Februari 2014

Realita abstrak

Hmm

Entah bagaimana faktanya bisa terjadi, yang harus aku lakukan adalah menerima, walau tak ku pinta.
Seperti kado.
Begitu rapi dibungkus.
Begitu cantik isinya.
Sayangnya,
Kado ini hanya untuk dipajang, bukan dipakai.

Ada pengamat, namun tak ku biarkan menganalisa.
Karena kado ini bukan untuk dipublikasikan.
Dan para tamu tak kan ku biarkan paham.
Bahkan kupu-kupu, sang indikator, pun terkulai lemas, seperti kehilangan hisapan di putik-putik.
Terlalu menyakitkan, bila makhluk secantiknya menyumbang air mata.

Biarkan ini jadi lukisan abstrak.
Cukup aku yang mampu baca alurnya.

Sementara ada satu sisi dimana aku harus meredam panjang semua nada.
Entah itu dengan notasi suka atau duka.
Yang ku lakukan hanya menekan tombol 'mute' untuk waktu yang belum ku tentukan.
Aku hanya memilih diam, berdamai.

Mungkin ini akan menjadi sesuatu yang harus aku lepaskan, ikhlaskan. (Lagi).

Selasa, 04 Februari 2014

Who are you?

Boleh bilang rindu?
(Tak apalah)
Aku sekedar mengadu
Padamu yang masih ku tunggu

Ku titipkan pada kupu-kupu
Salam rindu yang tertuju
Sementara aku menunggu
Di ujung bangku
Sambil menggigit kuku
Aku tak ingin luput dan berlalu
Tanpa aku tau, siapakah kamu.

Kamis, 26 Desember 2013

Rayuan pulau kelapa

Aku sudah berlayar dari terbit malam.
Sengaja, agar aku bisa bercanda dengan angin laut karena semalam suntuk ia pasti tak tidur.
Sepertinya angin laut sudah kebal dari mabuk, terbukti, ia enggan berselimut walau kabut.

Pagi mulai datang, dan angin laut mulai ngantuk. Ku berikan kacamata, agar ia tidak silau. Perjumpaan kami selesai, kami berpisah semenjak surya mengambil jatah.

Siang hari, bercahaya cerah, dan lautku berwarna indah.
Dan pulau tujuan sudah mulai tampak, saatnya tambatkan jangkar, menepi.

Rabu, 25 Desember 2013

SPASI

Karena sepertinya malam berirama, maka yang engkau dengar adalah tentang kesunyian. Disana akan engkau temukan teduh, tanpa perlu kau mencari atap untuk berpayung.

Lagi-lagi aku diingatkan tentang rindu yang ku redam panjang. Mungkin akan meledak seperti mercon bertemu sentuhan api. Apa rinduku juga akan meledak ya?

Masih tentang layar dengan spasi berjumlah besar.