Rabu, 03 September 2014

Aku dan SABAK



Gue mulai bergabung dengan sekumpulan orang-orang yang dikenal dengan Mapala SABAK sejak tahun 2008. Sejak gue menjadi salah seorang mahasiswa kece dari jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Sebenarnya, gue udah berkecimpung dengan dunia kepecintaalaman sejak gue masih SMA, dan memutuskan menjadi Mapala adalah keputusan yang gue rasa mendadak.

Awal perkuliahan, gue udah memutuskan untuk enggan berkecimpung dengan dunia Mapala. Alasannya simple, gue-udah-pernah-didiksar-dan-gue-ga-mau-lagi. Seingat gue, dulu gue dikasih formulir pendaftaran sama salah seorang anggotanya, gue terima aja lalu gue simpan. Singkat cerita, gue tetep kekeuh untuk enggak mau terlibat dalam bentuk apapun tentang Mapala. Gue berusaha  ngehindar dari orang-orangnya. Sampai akhirnya, gue ga sengaja ketemu dengan Ketua Umum Mapala SABAK yang saat itu dipegang oleh Kak Rockend Roy. Saat itu beliau hanya bilang, “anak Sispala kok ga berani ikut Mapala? Cemen ah!.” Ketika denger itu, gue langsung ngerasa sedang mengalami serangan mental yang menjatuhkan, dan dengan tegas gue langsung jawab “Besok gue kembalikan surat formulir itu!”
Tahapan-tahapan diksar gue laluin bersama dengan 2 orang lainnya, yang bernama lapangan Kucil dan Kupret. Enggak mudah bagi kita bertiga untuk ngelakuin semuanya. Kita semua perempuan dan sanggup ngejalanin diksar hingga akhir. Saling support ketika bener-bener udah jenuh dengan keadaan yang terjadi selama diksar. They’re my soul…

Waktu berjalan tanpa malu-malu. Dan akhirnya gue sadar gue enggak bisa sepenuhnya lagi untuk berada di tengah-tengah hangatnya suasana sekret. Sampe sekarang, 2014, gue udah punya beberapa adik. Ada 5 angkatan di bawah gue. Dan untungnya gue masih bisa bercanda bareng mereka yang masih aktif. Gue yang dulu menjadi adik bungsu, sekarang sudah jadi kakak. Sudah saatnya bagi gue untuk enggak terlalu lagi mencampuri urusan adik-adik, mereka harus mandiri dan pastinya ga boleh malu-malu untuk berkreasi.

Selamat bergabung adik-adik baru, selamat berjuang untuk selalu bersama-sama mengharumkan SABAK kita. Kami di sini berbangga memiliki kalian. Menjelajahlah, kibarkan bendera SABAK di puncak-puncaknya!

Salam rindu,
17-090123/Azimuth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar